
Pasti beberapa orang ini supaya kukunya terlihat elok. Nach, satu diantara langkah percantik kuku dengan mengecat kuku. Ada berbagai ragam tipe cat kuku (kutek) yang dapat Anda temui. Karena itu, ketahui cat kuku selanjutnya dan efeknya pada kesehatan.
Apa itu cat kuku?
Cat kuku ialah produk yang dipakai untuk melapis lurus kuku supaya penampilannya lebih elok.
Mengecat kuku bahkan juga bisa juga dilaksanakan untuk menangani permasalahan kuku tertentu, seperti kuku yang terkupas atau melunak.
Perawatan kuku yang ini memiliki kandungan formulasi yang mempunyai tujuan untuk tingkatkan penampilan kuku dengan menyarukan kuku yang rengat atau terkupas.
Kandungan kutek umumnya terbagi dalam kombinasi polimer organik dan sejumlah bahan yang lain untuk memberi warna dan struktur yang unik.
Bahaya cat kuku pada kesehatan
Mengecat kuku memang bisa percantik penampilan kuku. Sayang, umumnya produk kutek memiliki kandungan tiga bahan beracun yang beresiko untuk kesehatan.
1. Mengusik saraf
Senyawa kimia dalam kutek yang berpengaruh jelek pada kesehatan ialah toluene.
Toluene adalah pelarut yang digunakan untuk mencairkan kutek supaya menjadi lembut sesudah dibalurkan.
Pelarut umumnya cukup beresiko, khususnya untuk mekanisme saraf. Sebagian orang mengisap cat semprot, lem, dan bensin bisa menjadi pusing dan tidak sadarkan diri.
Meskipun begitu, toluene kemungkinan cuma teresap ke kulit dengan jumlah kecil, hingga dampak negatifnya dapat menjadi tidak sebesar waktu mengisap lem.
2. Reaksi alergi
Sebagai pengeras kutek, kandungan formaldehida dipandang bisa mempengaruhi kesehatan, khususnya untuk pasien alergi pada formaldehida.
Oleh karenanya, orang yang mempunyai alergi ini disarankan untuk memakai perawatan kuku tanpa formaldehida.
3. Mengusik mekanisme reproduksi
Siapa kira jika cat kuku mempunyai potensi mempengaruhi organ reproduksi? Bahaya ini asal dari senyawa dibutyl phthalate (DBP).
Dibutyl phthalate adalah senyawa kimia yang membuat kutek lebih gampang dibalurkan. Disamping itu, senyawa kimia ini menghambat kuku yang dicat menjadi ringkih dan terkupas.
DBP rupanya disebutkan bisa mempengaruhi mekanisme reproduksi karena mengakibatkan masalah mekanisme endokrin (hormon). Ini dipertunjukkan dalam riset dari EWG dan Duke University.
Beberapa periset temukan jika kutek yang memiliki kandungan triphenyl phosphate (TPHP) bisa mengusik hormon endokrin.
TPHP bisa mengusik peranan dan kandungan hormon manusia, khususnya saat proses reproduksi dan perkembangan.
Banyak beberapa perusahaan kosmetik yang memakai TPHP karena membuat kutek kuku yang gampang digunakan dan bertahan lama.
Cat kuku nontoksik atau mungkin tidak beracun
Ada tipe kutek yang mempunyai cap nontoksik atau mungkin tidak memiliki kandungan bahan beracun.
Tetapi, claim nontoksik pada kutek kuku masih butuh ditanyakan, ingat kandungan bahan kimia yang dapat memunculkan dampak negatif tertentu.
Cap nontoksik pada kutek merujuk pada tiadanya lima bahan yang cukup detil, yaitu:
formaldehida,
toluene,
dibutyl phthalate (DBP),
formaldehida,
resin, dan
kamper.
Baca Juga : Langkah Aman Gunakan Nail Art Diskusi Kuku Palsu Berikut
Leave a Reply